Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label Kostrad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kostrad. Tampilkan semua postingan

Yonif 323 Raider Kostrad Latihan Menembak Gerak

Guna mendukung tugas pokok, Kostrad dalam hal ini Batalyon Infanteri 323 Raider yang bermarkas di Kelurahan/Kecamatan Purwaharja, Banjar, Jawa Barat dituntut untuk menyiapkan personel pengawak organisasi yang profesional yang dilaksanakan oleh seluruh jajaran satuan pelaksana Kostrad melalui suatu bentuk pembinaan satuan.
Pembinaan setingkat satuan pelaksana dalam jajaran Kostrad merupakan sistem pembinaan personel yang pada dasarnya meliputi kemampuan dasar prajurit Kostrad karena kemampuan dasar tersebut akan sangat menunjang prajurit dalam melaksanakan setiap tugas yang diberikan kepadanya. Pembinaan diselenggarakan secara terus menerus dan berlanjut sebagai upaya untuk mengetahui hasil dari pembinaan yang telah dilaksanakan.
Di antara pembinaan yang dilaksanakan, yakni latihan menembak gerak di lapangan tembak Yonif 323 Raider Kostrad. Latihan menembak gerak ini dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Infanteri 323/Raider Mayor   Inf Ade Davit Siregar. Tujuan dari latihan ini adalah selain program yang telah ditentukan satuan atas, juga merupakan pembinaan dan peningkatan kualitas menembak gerak bagi personel Yonif 323 Kostrad serta untuk menguji ketahanan, kemampuan fisik dan mental prajurit Yonif 323 Kostrad untuk menunjang pelaksanaan tugas-tugas yang akan datang.
http://www.pikiran-rakyat.com/node/247715

Pangkostrad tutup Ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawesi

Pangkostrad Letjen TNI Gatot Nurmantyo bertindak sebagai Irup (inspektur Upacara) yang mewakili Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Moeldoko pada upacara Penutupan Tim Ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawesi, di Pusdikpasus Batujajar, Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Dalam amanatnya yang dibacakan oleh irup , Kasad mengatakan bahwa Ekspedisi NKRI Koridor 2013 Sulawesi ini dilaksanakan di 9 titik Pulau Sulawesi, yang melibatkan 1.215 orang, terdiri dari berbagai komponen bangsa, baik TNI/Polri, kementerian/ lembaga terkait, pemerintah daerah, kalangan pendidik dari perguruan tinggi, mahasiswa, para pencinta alam, organisasi kepemudaan dan Pramuka maupun masyarakat setempat.
“Kegiatan ekspedisi selama kurang lebih 4 bulan di wilayah Sulawesi ini berhasil ditemukan tim Ekspedisi NKRI berupa 2.443 spesies yang terdiri dari 1.096 flora dan 1.347 fauna. Di bidang sosial dan budaya juga ditemukan makam, rumah adat, sejarah, benda purbakala, alat musik tradisional, mummy, meriam, ranjau laut dan goa Jepang sebanyak 163 jenis. Sedangkan di bidang kehutanan ditemukan 87 daerah yang hutannya mengalami kerusakan,” kata Gatot.
Ia mengatakan, di bidang geologi antara lain telah ditemukan tambang emas, batubara, nikel, mangan, tembaga, platina, pasir besi, bijih besi, batu gamping dan batu andesit sesuai klasifikasinya, sebanyak 19 Golongan A, 29 Golongan B dan 183 Golongan C. Selain itu, juga ditemukan potensi panas bumi 9 temuan, potensi air panas 8 temuan, dan potensi bencana alam 85 temuan.
“Selain menemukan beberapa spesies flora maupun fauna juga tim Ekspedisi melakukan kegiatan Komunikasi Sosial yang dilaksanakan 174 kegiatan meliputi 78 kegiatan fisik berupa pembangunan sekolah, jembatan gantung, MCK, jalan desa, sumur bor, pos bersama, bedah rumah, bedah masjid, bedah gereja, bedah makam, pembuatan lapangan sepak bola, dan renovasi balai desa. Sedangkan, non fisik sebanyak 96 kegiatan, antara lain sunatan massal, pengobatan massal, operasi katarak, operasi bibir sumbing, sosialisasi wawasan kebangsaan, kerja bakti, penyuluhan KB dan kebencanaan, pembagian sembako, pemberian bantuan alat olahraga, pemberian bantuan solar cell serta kegiatan reboisasi berupa penanaman pohon sebanyak 720.950 pohon,” ujar Gatot.
Dari hasil temuan Ekspedisi NKRI ini,kata Gatot, bahwa bangsa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman flora maupun fauna yang melimpah, disamping adanya ancaman potensial bencana alam. Hal ini tentunya, memerlukan perhatian khusus kita semua selaku komponen bangsa sebagai bentuk tanggung jawab dan partisipasi dalam mengisi pembangunan nasional.
“Dari hasil-hasil temuan ini akan segera dilaporkan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sebagai bahan masukan bagi para stake holder dan pemangku kepentingan, termasuk TNI Angkatan Darat, sehingga mampu memberikan kontribusi yang positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam Indonesia. Kami berharap kegiatan semacam ini kedepan dapat terus dilakukan guna mengoptimalkan penjelajahan, pendataan dan penelitian potensi sumber daya alam serta melakukan komunikasi sosial dengan masyarakat di seluruh wilayah tanah air,” harapnya.
Sementara itu, Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo mengatakan, ekspedisi NKRI memiliki dua misi yakni misi pertama melatih dan memelihara naluri tempur prajurit ketika dihadapkan pada alam yang relatif masih belum terjamah. Sedangkan misi kedua mendata potensi alam yang ada, baik sumber daya alam, termasuk potensi bencana.
“Ekspedisi yang berlangsung sejak 7 Maret hingga 6 Juli 2013 diikuti 1.215 peserta dari berbagai kesatuan. Selain personel TNI, ekspedisi juga diikuti anggota kepolisian, mahasiswa, ilmuwan, dan Pramuka. Di Sulawesi, peserta dibagi menjadi sembilan subkorwil, yakni Sangihe, Tondano, Bone Bolango, Sigi, Luwuk Bagai, Mamuju, Tanatoraja, Gowa, dan Kolaka.Ekspedisi Koridor Sulawesi 2013 yang telah diselenggarakan ini merupakan lanjutan dari Ekspedisi Bukit Barisan (Sumatera) 2011 dan Khatulistiwa (Kalimantan) 2012,” kata Danjen Kopassus.@winarko
Sumber : lensaindonesia

Duel dengan Personel Kostrad, Seorang Perampok Tewas

Depok: Seorang anggota TNI menjadi korban perampokan oleh kawanan bersenjata api. Aksi kawanan rampok itu berhasil menggasak sepeda motor milik anggota TNI dari Divisi 1 Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Cilodong, Sukma Jaya, Depok, Prajurit Dua (Prada) Roni Herwandi Situmorang.

Kejadian berawal ketika pada Selasa (16/7) malam, Prada Roni Herwandi Situmorang sedang berada di area penitipan kilat JNE yang lokasinya tidak jauh dari kawasan Kostrad Cilodong.

Tiba-tiba, sepeda motornya dicuri tiga pelaku menggunakan kunci palsu leter T. Kemudian tiga pelaku tersebut kabur dengan membawa motor korban setelah satu dari pelaku melepaskan tembakan timah panas dan menghantam bahu kanan dan paha kiri korban.

Meski kondisinya cukup parah, korban melawan sambil berupaya meminta bantuan kepada warga sekitar. Mendengar teriakan minta tolong, warga pun berdatangan kemudian menangkap pelaku sebelum diamankan aparat kepolisian.

Polisi membawa tersangka yang menembak korban ke Rumah Sakit Sentra Medika, Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukma Jaya guna mendapatkan pertolongan medis.

Tersangka perampokan yang bernama Musnadi, 20, warga asal Kampung Bandar Sukabumi, Desa Bandar Sukabumi, Kecamatan Bandar Negeri, Bandarlampung, akhirnya mengakhiri hidup di rumah sakit. Sedangkan Prada Situmorang yang mengalami luka serius pada bahu kanan paha kiri dilarikan ke Rumah Sakit Gatot Subroto, di Jakarta.

Sebelumnya, Markas Polsek Sukma Jaya sempat diserbu puluhan massa untuk memberikan perhitungan kepada pelaku. Karena disangka pelaku yang diamankan aparat kepolisian dari tempat kejadian perkara (TKP) itu diamankan di Polsek Sukma Jaya.

Kepala Polsek Sukma Jaya Komisaris Agus Widodo, mengatakan, kedatangan sejumlah massa ke Polsek Sukma Jaya intisarinya mengklarifikasi. Setelah dijelaskannya, sejumlah massa yang kumpul di lokasi polsek akhirnya membubarkan diri. “Pelaku tidak ada di Polsek ini,“ katanya.

Wakil Asisten Intel Kostrad Cilodong Letnan Kolonel Infantri Dwi Raharjo mengacungkan dua jempol atas tindakan Prada Roni Herwandi Situmorang. Ia mengatakan, perlawanan tersebut merupakan bentuk komitmen anggota TNI dalam menciptakan kondisi keamanan wilayah.

Saat ini, kondisi Prada Roni Herwandi Situmorang mulai stabil. "Sejak jam 05.00 WIB sudah diambil tindakan medis, dioperasi dan ditemukan satu proyektil," katanya.

Menurut Dwi Rahardjo, Prada Roni Herwandi Situmorang bergulat dengan tiga pelaku setelah memergoki aksi pencurian Yamaha Vision. Hingga Prada Roni Herwandi Situmorang dan salah satu pelaku, Musnadi, bergelut jatuh ke Sungai Kalibaru. "Prada Roni Herwandi Situmorang duel, tiga lawan satu. Lalu pelaku buang tembakan," kata dia.

Dwi Rahardjo menuturkan, pihaknya bersama kepolisian dan warga langsung mengepung lokasi kejadian setelah Prada Roni Herwandi Situmorang terkapar. Dengan menyusuri ilalang dan parit, pelaku pun berhasil dibekuk. "Kami berkoordinasi dengan polisi, kejahatan ini masih perlu perhatian, menjadi skala besar," kata dia.

Kepala Polres Depok Komisaris Besar Achmad Kartiko mengatakan, pihaknya tengah menyebar anggota melacak motor dan teman tersangka Munadi. "Kami pun masih memeriksa saksi-saksi," ujarnya.

Kejadian itu, kata Kartiko, diawali saat Prada Roni Herwandi Situmorang parkir motor Vixion di JNE kilat untuk mengirim bingkisan kepada keluarganya di Sumatra.

Tak lama di dalam, ia mendengar mesin motor menyala dan melihat ada dua orang lelaki coba membawa kabur motornya. Roni Herwandi Situmorang spontan keluar sambil teriak, tapi tiba-tiba terhenti sewaktu dua letusan pistol ke arahnya dan mengenai kaca serta tembok.

Kesempatan ini membuat pelaku kabur. Roni Herwandi Situmorang pun lari mengejar memotong jalan dengan menyeberang. "Sampai akhirnya terjadi duel di Kali Baru, dan pelaku melepaskan dua tembakan," ucapnya

Menurut Kartiko, pelaku bersama kelompoknya ini memang sudah terdeteksi dalam beberapa kasus pencurian motor. Salah satunya adalah pencurian di Salon Hatari Cilodong, Warnet Florida Sukma Jaya, dan Alfamart Cilodong. (Kisar Rajaguguk)
Sumber : metrotvnews

Prajurit Kostrad ajari tentara Amerika minum darah kobra

Satu Kompi Prajurit TNI AD dari Yonif Linud 305 Kostrad dan 50 personel 82nd Airborne Brigade berlatih bersama dalam Garuda Shield 2013. Latihan jungle survival dan penyergapan digelar di kawasan Studio Alam TVRI Depok Jawa Barat.

82nd Airborne Brigade adalah pasukan terjun legendaris milik angkatan darat Amerika Serikat. Pasukan ini sudah melegenda sejak perang dunia ke-II.

Dalam latihan ini, prajurit Yonif Linud 305 Kostrad dipimpin Letkol Inf Elkines Villando dan prajurit Angkatan darat Amerika Serikat dipimpin Ltc Hackenberry.

Mereka dibekali beberapa pengetahuan dan wawasan terkait cara bertahan hidup di dalam hutan dengan memanfaatkan sumber makanan di alam sekitarnya baik dari daun-daunan, buah-buahan, binatang yang bisa dikonsumsi baik cara dimasak atau langsung dimakan.

Serta bagaimana mengatasi tantangan alam, seperti rasa sakit, ketakutan, kedinginan, kebosanan, kesunyian, kehausan, dan kelaparan.

Selain itu para prajurit Yonif Linud 305/Tengkorak memberikan materi teknik cara menghadapi hewan buas seperti ular dan beberapa jenis binatang buas lainnya serta bagaimana cara yang benar dalam menjinakkan ular dan mengenalkan jenis tumbuhan hutan yg bisa dikonsumsi.

Para prajurit AS diajari menguliti ular dan meminum darah ular kobra.
Sumber : merdeka.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Media Militer - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger